Ada Skenario Besar Dibalik Kedatangan Dubes AS ke Papua?
Robert Blake ke Papua bertemu gubernur papua.
WANI/Wol, Papua – Kunjungan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert Blake ke Papua memunculkan kecurigaan beberapa pihak.

Pasalnya kunjungan tersebut dilakukan di saat kondisi Indonesia khususnya masalah perpanjangan kontrak PT Freeport tidak kondusif.

Wartawan Senior, Derek Manangka menilai adanya skenario besar di balik kunjungan Blake ke Papua. Pasalnya kunjungan tersebut dilakukan di saat kondisi Indonesia sedang tidak stabil khususnya dalam bidang keamanan.

“Tawaran bernilai sekitar Rp21 triliun itu, mau tak mau , dalam situasi seperti sekarang menjadi seperti “pusing kepala berbi”,” ujar Derek kepada wartawan, Senin (18/1).

Menurutnya, pemerintah harus merespon penawaran saham PT Freeport itu. Namun di saat yang sama kondisi Indonesia tidak kondusif karena situasi kemanan masih terganggu pasca serangan teroris di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Hal ini memicu kecurigaan, seolah persoalan mendesak yang dihadapi Indonesia, mulai dari Freeport, terorisme dan agenda Amerika di Papua, terjadi karena adanya semacam skenario. Atau ada satu paket politik sensitif yang harus dihadapi Indonesia,” terangnya.

Selain kondisi keamanan, situasi politik dalam negeri tengah bergejolak terkait dengan wacana perpanjangan kontrak baru PT Freeport.

Sebab beberapa menteri di kabinet Jokowi-JK terpecah soal wacana perpanjangan kontrak PT Freeport.

“Presiden Joko Widodo sendiri sudah berkali-kali menyatakan akan membangun infrastruktur Papua. Tujuannya untuk membuktikan, Jakarta tidak hanya mengeruk kekayaan bumi Papua. Tapi juga mengembalikannya dalam bentuk pembangunan,” katanya.

Akan tetapi semua pihak tahu, termasuk pemerintah Amerika Serikat bahwa kemampuan Indonesia membangun infrastruktur Papua, sangat terkendala oleh keterbatasan dana.(inilah/data1)


Posted by:-
Copyright ©Wol
 
Top